Senin, 15 Oktober 2012

Kumpulan Dongeng Terkenal Dunia


Inilah kumpulan dongeng-dongeng yang sudah melegenda di dunia hasil terjemahan saya pribadi.
Semoga bisa dinikmati dan tunggu dongeng lainnya...


PENIUP SULING HAMELIN
Suatu hari, kota Hamelin yang terletak di Jerman menderita karena tikus. Banyak sekali tikus datang dan memakan makanan-makanan yang ada di kota. Mereka tidak takut dengan manusia
Penduduk kota mengadu pada sang Walikota. Mereka meminta untuk mengusir tikus-tikus itu dari kota mereka. Lalu Walikota mengumumkan barangsiapa yang dapat mengusir tikus-tikus tersebut akan mendapatkan hadiah.
Suatu siang, datanglah seorang lelaki asing dari sebuah negeri. Ia berkata pada Walikota, 'Saya adalah Peniup Suling. Saya dapat membuang semua tikus di kota ini.'
Sang Walikota berkata, 'Jika kamu berhasil, saya akan memberimu seribu koin emas.' Hence, si Peniup Suling memainkan sulingnya di atas perahu. Kemudian semua tikus mengikutinya dan melompat ke dalam sungai. Kemudian tikus-tikus tersebut tenggelam.
Sang Peniup Suling kembali untuk mengambil hadiahnya. Namun, Walikota berkata padanya, 'Bagus. Tapi saya tidak akan memberimu apa-apa.' Sang Peniup Suling sangat marah.
Kemudian ia memainkan lagi sulingnya. Lalu semua anak-anak di kota Hamelin datang dan mengikuti musik dari suling tersebut. Mereka bernyanyi dan menari dengan gembira. Akhirnya mereka meninggalkan Hamelin bersama Si Peniup Suling dan tidak pernah kembali lagi.
PESAN MORAL: Kita harus menjaga perkataan kita dan melakukan apa yang sudah kita janjikan.


PUSS IN BOOTS
Pada suatu hari, hiduplah seorang petani tua yang miskin. Ketika ia meninggal, anaknya yang sulung mengambil tanah miliknya. Lalu anak yang kedua mengambil keledainya. Sedangkan si bungsu hanya mendapatkan seekor kucing. Ia sangat sedih, namun tetap menyayangi kucing tersebut dan memeliharanya dengan baik.
Suatu hari, si kucing meminta topi dan sepatu bot baru pada tuannya. Setelah itu, ia pergi ke istana raja. Sebelumnya ia menangkap seekor kelinci. Ketika bertemu dengan sang raja, ia berkata, "Yang Mulia, saya menyampaikan kelinci ini dari Pangeran saya, Carabas. Beliau mengundang Yang Mulia untuk mengunjungi kastilnya." Sang Raja sangat senang mendengarnya.
Si kucing menceritakan pada tuannya apa yang telah ia lakukan. Tuannya berkata, "Di mana aku bisa mendapatkan sebuah kastil?" Lalu si kucing membawanya ke sebuah kastil yang sedang dikuasai oleh seekor monster.
Si kucing berkata pada monster itu, "Aku dengar kau bisa mengubah dirimu menjadi gunung yang besar dan singa raksasa. Tapi aku yakin kau takkan bisa berubah menjadi seekor tikus." Mendengar hal itu, monster tersebut tidak terima dan segera mengubah dirinya menjadi seekor tikus. Namun tak disangkanya, si kucing langsung menerkam dan memakannya.
Beberapa hari kemudian, sang raja mengunjungi si bungsu dan kucingnya di kastil tersebut. Ia membawa banyak sekali perhiasan. Si bungsu yang mengenakan pakaian seperti seorang pangeran itu menyambut sang raja. Kemudian sang raja menikahkan si bungsu dengan putrinya. Akhirnya merekapun hidup bahagia.


SANG PEMBUAT SEPATU DAN PARA PERI
Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang pembuat sepatu yang sudah tua. Ia bekerja sangat keras. Suatu malam, ia mengantuk sekali dan tertidur sebelum selesai memperbaiki sepatu-sepatu pelanggannya.
Ketika bangun, ia melihat sepatu-sepatu tersebut telah diperbaiki, bahkan terlihat seperti baru. Sorenya, seorang pelanggan memesan sepasang sepatu baru pada si pembuat sepatu. Tapi sayangnya, ia lupa pada pesanan tersebut. Esoknya, ia sangat terkejut karena menemukan sepatu baru yang sesuai dengan pesanan kemarin. "Sempurna." Si pelanggan sangat senang dengan sepatu tersebut. Jadi, ia membayar dua kali lipat pada si pembuat sepatu.
Kejadian aneh tersebut terus berlanjut. Setiap pesanan sepatu baru atau perbaikan sepatu selalu selesai dengan sendirinya di keesokan paginya. Hasilnya juga sangat bagus. Para pelanggan sangat puas dan selalu membayar lebih banyak. Dalam waktu singkat sang pembuat sepatu menjadi kaya.
Suatu hari, si pembuat sepatu dan istrinya memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lalu malam itu mereka bersembunyi. Tiba-tiba masuklah dua peri  ke toko mereka dan memperbaiki sepatu-sepatu. Si pembuat sepatu dan istrinya merasa terharu. Maka esok malamnya mereka meletakkan banyak makanan enak dan baju baru yang sangat bagus di atas meja toko. Sejak saat itu para peri itu tak pernah kembali lagi.


TIGA KAMBING BERSAUDARA
Di sebuah padang rumput yang subur dan indah, hiduplah tiga ekor kambing. Suatu hari, mereka memutuskan untuk makan rumput yang ada di gunung dekat padang rumput. Mereka harus melewati sebuah jembatan untuk menyeberang ke sana.
Akan tetapi di bawah jembatan tersebut tinggal seekor monster. Ia selalu memakan binatang-binatang yang lewat jembatan itu. Lalu, ketika kambing pertama lewat, si monster melompat keluar dan bersiap memakannya.
Si kambing berkata dengan memelas, "Tolong jangan makan aku. Saudaraku lebih enak dariku dan sebentar lagi ia akan lewat." Si monster terdiam dan berpikir. Ia takkan sanggup memakan dua ekor kambing sekaligus. Lebih baik ia menunggu saudara kambing itu karena lebih enak. Kemudian si monster membiarkan kambing tersebut lewat dan menunggu.
Kemudian, kambing kedua lewat jembatan itu. Saat melihat si monster, ia berkata, "Jangan makan aku. Saudara tertuaku lebih lezat dariku." Monster itu percaya saja lalu melepaskan kambing kedua dan kembali menunggu. Ia sangat lapar. Ketika ia melihat kambing ketiga, ia berteriak, "Aku harus memakanmu sekarang."
Tapi ternyata kambing ketiga tidak takut. Ia menundukkan kepala dan berlari menyerang si monster dengan tanduknya. Si monster tertusuk tanduk dan terjatuh ke sungai hingga akhirnya tenggelam.
PESAN MORAL: Ketika kamu menghadapi masalah, cobalah untuk meminta bantuan pada orangtua atau gurumu.


GOLDILOCKS DAN KELUARGA BERUANG
Beruang Kecil tinggal di hutan bersama kedua orangtuanya. Suatu pagi, Mama Beruang menyiapkan makan pagi dan mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebelum sarapan.
Kemudian datanglah seorang gadis kecil bernama "Goldilocks". Ia masuk ke rumah keluarga Beruang. Ia merasa sangat lapar. Lalu ia melihat ada makanan di atas meja, yaitu sarapan yang sudah disiapkan Mama Beruang tadi. Tanpa pikir panjang, ia memakan sarapan di mangkuk paling kecil milik Beruang kecil.
Setelah itu ia berjalan ke ruang tamu. Ia duduk di kursi yang paling kecil. Namun ia terlalu berat untuk kursi tersebut. Akhirnya kursi mungil itupun rusak. Goldilocks merasa ngantuk dan pergi ke kamar tidur. Ia pun tidur di ranjang paling kecil.
Beberapa saat kemudian datanglah keluarga Beruang. Mereka merasa ada yang salah. Sarapan milik Beruang Kecil telah habis dan kursinya rusak.  Papa Beruang berpikir kalau ada seseorang yang telah merusak rumah mereka. Lalu mereka memeriksa kamar dan ternyata ada seorang gadis yang tertidur di ranjang Beruang Kecil, yaitu Goldilocks.
Goldilocks terbangun dan betapa terkejutnya ia ketika melihat ada tiga beruang sedang memperhatikannya. Goldilocks meminta maaf. Ia berlari dengan cepat ke arah hutan dan tidak pernah kembali lagi.
PESAN MORAL: Kita tidak boleh menggunakan barang orang lain tanpa permisi dan harus meminta maaf jika berbuat salah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar